kenapa kita hidup?
aku mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh yang muncul secara tiba-tiba di otakku. aku tahu ini salah bahkan ini dosa, seharusnya aku nggak perlu memikirkan ini segitu jauhnya, harusnya aku harus memikirkan gimana caranya agar aku bisa lulus tes MAN 3 Malang, supaya uang yang dikeluarkan untuk tes itu tidak percuma.
tapi aku nggak tahu, bahkan aku juga nggak mau memikirkan ini, tapi mau gimana lagi.. pertanyaan2 misteri ini selalu muncul dan tak pernah mendapatkan jawaban.. dan mungkin tak akan pernah.
coba kau ikut berfikir bersama.. renungkanlah baik-baik...pikirkan dalam-dalam..,
1. kenapa kita bisa lahir?
2. kenapa kita lahir sebagai manusia?
3. sebenarnya kita siapa? manusia atau ruh?
4. apa dulu itu kita pernah menjadi makhluk lain di alam ini?
5. apa kau tahu ad berapa penghidupan di alam semesta ini? apa hanya ada di bumi?
6. sebenarnya alam semesta itu apa? seluas apa? mengapa gelap?
7. apa Pencipta kita punya Pencipta lagi?
8. kenapa Pencipta bisa ada tanpa Pencipta sebelumnya?
9. darimana asal kekuatan Pencipta?
10. bagaimana wujudnya?
11. apa di dunia ini hanya ada satu kehidupan? atau bahkan dunia ini banyak dimensi sehingga juga banyak kehidupannya, tapi masing2 kehidupan itu berfikir kalau hanya dia dan kelompoknya yg hidup. jadi antar makhluk satu dengan makhluk lainnya di dimensi lain tidak bisa saling melihat dan merasakan.
12. apa isi perut bumi? apa saja didalmnya?
13. aku ingin tahu apa saja yang ada di bawah bumi ini... di luar galaksi.. apa ada dasarnya?
14. apa yang terjadi setelah mati? apa ada reinkarnasi?
15. apa tujuan Pencipta membuat kita hidup? kalau pada akhirnya Dia tahu apa yang akan terjadi kpd kita, masuk neraka atau surga.
16. dimmana surga? apa ada di angkasa? tapi jauuuuuuuuuuuuuuh sekali dari bumi milyaran kali lebih jauh dr bintang.
17. kenapa api bisa panas? padahal tidak bisa dipegang?
18. kenapa kita tidak bisa menangkap angin?
19. apa kita punya kembaran, yang sama2 hidup didunia.. namun beda negara.. atau beda dimensi..
20. apa Pencipta pernah hidup seperti kita? lalu darimana asal Dia?
mungkin cukup 20 itu dulu, Ya Allah.. maafkanlah hamba yang meragukan keberadaanmu, sebenarnya hamba sudah berusaha untuk tidak memikirkan pertanyaan2 itu lagi.
aku sudah berkali2 menentang pertanyaan2ku itu, mengabaikan.., melupakan. tapi di waktu lain.. pertanyaan itu muncul engan rasa penasaran..
0 komentar:
Posting Komentar