ah. hai!
saat ini sebenernya niatku adalah membuat puisi dan esai.
aku ingin ikut mejadi kandidat peserta lomba bulan bahasa yg ada di sekolahku.
nah, anak kelasku meminta, siapa saja yg berminat untuk mengajukan hasil karyanya, bisa dikumpulkan paling lambat besok. dan SUMPAH aku pengen banget ikut.
bukan karena aku ingin ikut lombanya, tapi yang paling nomor satu adalah...
aku pingin punya karya tulis...
dari smp, aku selalu mencoba membuat karya tulis, baik puisi, cerpen, novel dll
DAN TAK PERNAH JADI
pfft..
yaitudeh kelemahanku. MALES. ditengah2 pembuatan karya tulis.
jadi nih, rencanaanya au mau bikin esai aja dulu, puisinya gak usah.
aku udah mikir topiknya, kata2 yg menurutku joss itu sudah terangkai dalam memori otakku.
tapi bodohnya ak, bukannya segera menulis malah bela2in nonton sinetron SuratKecilUntukTuhan the series.
jadi, pas dimulainya aku menulis, kata2 itu lenyap tak berbekas.
pfft..
akhirnya aku memaksakan otakku untuk bekerja lebih keras 2x lipat
aku cari wacana2 mengenai topik yang akan kubahas. udah dapet banyak sumber.
waktu mau nulis lagi, tiba2 aku nggak ada inspirasi bikin kata2, aku bingung harus mengawalinya darimana.
akhirnya cerita ini berakhir dengan NIHIL..
tidak ada karya yang selesai hari ini, dan intinya aku nggak bisa ikut lomba bulbah.
oke, masih ada bulbah tahun depan.
aku mau fokus bikin cerpen/novel dulu aja. semoga ada penerbit yang mau nerima ceritaku.
eh enggak dulu deh, doanya yang sederhana dulu.
semoga cerita selesai sesuai harapan.
baru...
semoga ada penerbit yang mau nerima itu.
lumayan penghasilannya :3
bayangan esai yang akan kubuat intinya seperti ini:
indonesia adalah negara hukum, sesuai dengan bunyi uud 1945 pasal 1 ayat 1 *eh iya?
namun, jalannya sistem hukum di indonesia tidak berjalan mulus. ada saja orang yang melanggar hukum dan tidak diberikan sanksi yang tegas. contohnya korupsi, semena2 pelaku mengambil uang yang bukan haknya sama sekali, alias mengambil uang rakyat. namun apa sanksi yang diberikan? apakah hanya penjara? apakah penjara yang isinya adalah AC, kasur empuk, pakaian bersih dan rapi, serta fasilitas2 lain? apakah ini balsan dari apa yang diperbuat olehnya? sebandingkah dengan hukumannya yang dipenjara dg fasilitas mewah dan hanya denda uang? pelaku sudah merugikan rakyat, merugikan indonesia. namun mengapa oknum2 yang bertugas terlalu baik memberikan hukuman seringan itu? apakah lantaran oknum tersebut telah diberikan beberapa uang untuk meringankan hukuman?
kalu begitu, lebih baik aku jadi pejabat, kerjanya tidur saat rapat sidang, bolos kerja, mnerima suap, dan mengambil uang rakyat sebanyak2nya. bukankah aku akan menjadi kaya?
masa bodoh jika aku tertangkap korupsi, belajar dari pengalaman, aku bisa menyuap petugas untuk mengurangi hukuman yang aku terima, menyanggupi semua yang aku pinta.
dan jika ak menjadi sorotan publik? ejekan rakyat? toh, aku juga seorang pejabat, seseorang yang terhormat, berpendidikan. biar mereka bilang aku ini apa, asal semua yang kumau bisa kudapat dengan uang.
biar au hidup di penjara, tapi perlakuanku istimewa.
tidak seperti kasus kejahatan lain yang harus bekerja keras, tidur beralaskan tikar, baju serba biru, tidak rapi dan tidak bersih.
kalau begitu, mau jadi apa nasib rakyatnya mendatang? jika bapaknya saja sudah terbiasa melakukan hal buruk, bagaimana dengan anaknya? cucunya?
memang, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia belum kurasakan hingga saat ini.
saat ini sebenernya niatku adalah membuat puisi dan esai.
aku ingin ikut mejadi kandidat peserta lomba bulan bahasa yg ada di sekolahku.
nah, anak kelasku meminta, siapa saja yg berminat untuk mengajukan hasil karyanya, bisa dikumpulkan paling lambat besok. dan SUMPAH aku pengen banget ikut.
bukan karena aku ingin ikut lombanya, tapi yang paling nomor satu adalah...
aku pingin punya karya tulis...
dari smp, aku selalu mencoba membuat karya tulis, baik puisi, cerpen, novel dll
DAN TAK PERNAH JADI
pfft..
yaitudeh kelemahanku. MALES. ditengah2 pembuatan karya tulis.
jadi nih, rencanaanya au mau bikin esai aja dulu, puisinya gak usah.
aku udah mikir topiknya, kata2 yg menurutku joss itu sudah terangkai dalam memori otakku.
tapi bodohnya ak, bukannya segera menulis malah bela2in nonton sinetron SuratKecilUntukTuhan the series.
jadi, pas dimulainya aku menulis, kata2 itu lenyap tak berbekas.
pfft..
akhirnya aku memaksakan otakku untuk bekerja lebih keras 2x lipat
aku cari wacana2 mengenai topik yang akan kubahas. udah dapet banyak sumber.
waktu mau nulis lagi, tiba2 aku nggak ada inspirasi bikin kata2, aku bingung harus mengawalinya darimana.
akhirnya cerita ini berakhir dengan NIHIL..
tidak ada karya yang selesai hari ini, dan intinya aku nggak bisa ikut lomba bulbah.
oke, masih ada bulbah tahun depan.
aku mau fokus bikin cerpen/novel dulu aja. semoga ada penerbit yang mau nerima ceritaku.
eh enggak dulu deh, doanya yang sederhana dulu.
semoga cerita selesai sesuai harapan.
baru...
semoga ada penerbit yang mau nerima itu.
lumayan penghasilannya :3
bayangan esai yang akan kubuat intinya seperti ini:
indonesia adalah negara hukum, sesuai dengan bunyi uud 1945 pasal 1 ayat 1 *eh iya?
namun, jalannya sistem hukum di indonesia tidak berjalan mulus. ada saja orang yang melanggar hukum dan tidak diberikan sanksi yang tegas. contohnya korupsi, semena2 pelaku mengambil uang yang bukan haknya sama sekali, alias mengambil uang rakyat. namun apa sanksi yang diberikan? apakah hanya penjara? apakah penjara yang isinya adalah AC, kasur empuk, pakaian bersih dan rapi, serta fasilitas2 lain? apakah ini balsan dari apa yang diperbuat olehnya? sebandingkah dengan hukumannya yang dipenjara dg fasilitas mewah dan hanya denda uang? pelaku sudah merugikan rakyat, merugikan indonesia. namun mengapa oknum2 yang bertugas terlalu baik memberikan hukuman seringan itu? apakah lantaran oknum tersebut telah diberikan beberapa uang untuk meringankan hukuman?
kalu begitu, lebih baik aku jadi pejabat, kerjanya tidur saat rapat sidang, bolos kerja, mnerima suap, dan mengambil uang rakyat sebanyak2nya. bukankah aku akan menjadi kaya?
masa bodoh jika aku tertangkap korupsi, belajar dari pengalaman, aku bisa menyuap petugas untuk mengurangi hukuman yang aku terima, menyanggupi semua yang aku pinta.
dan jika ak menjadi sorotan publik? ejekan rakyat? toh, aku juga seorang pejabat, seseorang yang terhormat, berpendidikan. biar mereka bilang aku ini apa, asal semua yang kumau bisa kudapat dengan uang.
biar au hidup di penjara, tapi perlakuanku istimewa.
tidak seperti kasus kejahatan lain yang harus bekerja keras, tidur beralaskan tikar, baju serba biru, tidak rapi dan tidak bersih.
kalau begitu, mau jadi apa nasib rakyatnya mendatang? jika bapaknya saja sudah terbiasa melakukan hal buruk, bagaimana dengan anaknya? cucunya?
memang, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia belum kurasakan hingga saat ini.